Kamis, 19 Februari 2009

Garis Bujur

Terjadinya siang dan malam menyebabkan adanya perbedaan waktu di Bumi. Jika kita membuat sebuah garis imajinasi yang menghubungkan kutub Utara dan Selatan, yang disebut garis Bujur, dan kita hubungkan untuk seluruh keliling Bumi, maka akan kita dapatkan bahwa untuk setiap 1 derajat, akan terjadi perbedaan waktu selama 4 menit.
Garis bujur ini merupakan garis yang digunakan untuk menentukan koordinat sebuah lokasi di Bumi bersama garis lintang. Garis ini dimulai dari kota Greenwich di kepulauan Greenland ( garis bujur O˚ ). Garis bujur ini disebut garis bujur standar. Waktu di garis bujur ini disebut sebagai waktu lokal atau waktu standar ( Local Civilian Time ). Untuk setiap perbedaan garis bujur sebesar 15 derajat garis bujur, maka lokasi tersebut memiliki perbedaan waktu selama 1 jam. Semakin ke Timur maka perbedaan waktunya bertambah.
Bujur kadangkala dinotasikan oleh abjad Yunani λ, menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat Bumi dari sebuah garis utara - selatan yang disebut Meridian Utama. Longitude diberikan berdasarkan pengukuran sudut yang berkisar dari 0° di Meridian Utama ke +180° arah timur dan −180° arah barat. Tidak seperti lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal alami, tidak ada posisi awal alami untuk bujur. Oleh karena itu, sebuah dasar meridian harus dipilih.
Meskipun kartografer Britania Raya telah lama menggunakan meridian Observatorium Greenwich di London, referensi lainnya digunakan di tempat yang berbeda, termasuk Ferro, Roma, Kopenhagen, Yerusalem, Saint Petersburg, Pisa, Paris, Philadelphia, dan Washington, D.C.. Pada 1884, Konferensi Meridian Internasional mengadopsi meridian Greenwich sebagai Meridian utama universal atau titik nol bujur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar